Entah sudah berapa kali aku menikmati dan hanyut dalam kekaguman kukepada tokoh SANG JENDRAL “NAGA BONAR”.
Sosok jujur,pemberani, sangat menghormati Orang Tua, demokratis, setia kawan dan Nasionalis dari sekian banyak tokoh Iyang pernah aku baca, aku dengar yang lahir di tanah Republik ini.
Sangat berbeda dengan para pemimpin negara ini, Jendral yang tanpa kemewahan dan pamrih.Sangat mirip dengan pemimpin Iran MAHMUD AHMNADINEJAD.
Aku sangat kagum akan rasa hormat dan patuhnya pada seorang Ibu dan sangat menghargai wanita,dan orang tua benar-benar tokoh idaman Republik ini.
JENDRAL NAGA BONAR sangat hormat kepada bang Pohan- seorang cendikiawan yang juga sangat low profile, sangat berani di pertempuran dan sangat menghormati teman lama, dia tetap menuruti hasil forum meski sahabat karibnya tidak mendapat pangkat yang dia inginkan dan tidak juga mau disetir dan eksis pada pemikirannya saat perundingan dengan MAYOR ARLOJI dari Belanda.
Dibalik segala kelucuan entah selalu tersimpan ketegasan sikap patriot dan sikap bangga akan repulbik, tidak mau interfensi dari penjajah,..menghormati tahanan dan tidak perlu menjadi oportunis saat sarannya tidak diterima padahal dia memiliki kewenangan untuk mengatur semua.
Jenderal Naga Bonar di figurkan dalam film NAGA BONAR jadi 2,..but sayang sekali hanya the Old NAGA BONAR yang dapat masuk secara penuh dalam karakter tersebut dan tidak meninggalkan karakter lama,..acting TORA SUDIRO sangat tidak masuk dalam karakter sebelumnya dan jujur filmnya sangat biasa,banyak jiwa -jiwa yang hilang dari perintisnya.
Kesederhanaan teknologi dalam pembuatan justru menjadikan film NAGA BONAR sangat apik dari segala hal dan sangat bisa dinikmati,..apakah pencahayaan tidak ada yang multi angle dan untuk saat itu hingga saat ini bagi saya inilah FILM TERBAIK dan PALING JUJUR yang pernah di PRODUKSI INDONESIA.