Again and Again berita tentang akan adanya gempa besar yang berkekuatan 9 SR akan mengguncang Sumatra Barat diterbitkan oleh beberapa orang yang katanya PEMBURU GEMPA,..entah siapa namanya.
Dan hal ini tentu menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat dengan berbagai asumsi dan prediksi-prediksi yang tidak dilandasi dasar yang kuat,
Dalam artian landasan akal dalam bentuk penelitian ilmiah dan landasan iman dalam bentuk penafsiran dari AL Quran dan sunnah,..sedangkan kita tidak lagi dapat menapik kalau AL QURAN dan SUNNAH memiliki penjelasan ilmiah mengenai apapun yang terjadi di muka bumi ini.Tidak satupun ada ilmu pengetahuan yang dapat membantah hal ini.
Secara ilmiah dapat dijelaskan kalau gempa terjadi akibat pergeseran kerak bumi di karenakan adanya pergerakan dari kerak bumi tersebut.
Dalam Al Qur’an dijelaskan :
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88)
Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.
Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (Al Qur’an, 21:31)
Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.
Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.
Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.
Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:
Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)
Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai “pasak”:
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (Al Qur’an, 78:6-7)
Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.
Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah “isostasi”. Isostasi bermakna sebagai berikut:
Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster’s New Twentieth Century Dictionary, 2. edition “Isostasy”, New York, s. 975)
Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (Al Qur’an, 21:31)
Secara topografis,..Sumatra Barat dikelilingi oleh pengunungan yang kita kenal dengan nama BUKIT BARISAN yang secara jelas kalau kita perhatikan dari beberapa ayat AL Quran diatas merupakan penyangga dari kerak bumi untuk tidak bergerak dan bergeser terlalu cepat dan berfungsi menahan guncangan.
Kalau kita amati teori para pemburu gempa,..bahwa gempa yang katanya akan terjadi tanggal 17 September tahun 2008 merupakan akibat Reaksi balik pegas terhadap kerak bumi yang melipat akibat gempa baru-baru ini yang besarnya sekitar 7 SR itu, hingga menimbulkan gempa berkekuatan diatas 7 SR,kalau menurut mereka bisa mencapai 9 SR.
Bantahan dari efek pegas tersebut dapat kita jawab dengan teori pegas itu sendiri,..yaitu :
Jika suatu pegas ditekan atau ditarik maka pegas itu akan memberikan gaya yang berlawanan dengan arah gaya tekan atau gaya tarik yang diberikan sebesar:
![]()
dimana x adalah perubahan panjang pegas dari keadaan setimbang dan k adalah konstanta pegas. Persamma pegas ini dikenal dengan hukum Hooke.
Sekarang perlu dijelaskan oleh para pemburu gempa tersebut,…seberapa besar tekanan pada pergerakan kerak bumi tersebut hingga dapat memicu terjadinya egek pegas ? dan bagaimana mereka bisa memprediksi tanggal dan tempat ?
faktor -faktor apa saja yang mereka gunakan dalam menentukan nilai konstanta dari efek pegas tersebut?
Secara ilmiah semua pendapat dan prediksi para pemburu gempa adalah tidak berlandaskan akal dan iman sadarkah mereka kalau :
Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]
”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” [An Nisaa’:82]
Sebagai Muslim yang beriman harusnya kita tidak terpengaruh kepada berita menyesatkan ini, karena fitnah-fitnah yang disebarkan tersebut merupakan upaya dari para pendusta untuk mengoyangkan iman kita dalam menjalani Puasa di bulan yang pernuh Berkah ini.
Semoga mereka di beri petunjuk
Wassalam
bagaimana jika gempa ini memang akan terjadi?
jika gempa belum terjadi memang kita bisa bilang isu atau apapun juga akan tetapi apa yang akan jita bicarakan jika gempa tersebut benar terjadi……
begitu banyak ayat dalam Al Quran yang menjelaskan tentang GEMPA dalam artian berupa peringatan dari ALLAH SWT tetapi hingga saat ini belum ada satupun ilmu pengetahuan manusia yang dapat memperhitungkan kapan, dan dimana gempa itu akan terjadi.
Berdasarkan teori pegas yang dikemukakan pemburu gempa telah didapat beberapa bantahan dalam artian gaya pegas tidak dapat dipastikan terjadi dalam satu kali tetapi bisa jadi
berkali -kali hingga konstantanya mencapai nilai 0,..nah sejak kejadian gempa Bengkulu September tahun lalu sudah ribuan kali gempa kecil terjadi pada patahan yang dimaksudkan oleh ahi gempa tersebut.
Kapan dan dimana serta berapa besar gempa yang akan terjadi,…hanya ALLAH yang tau
Wassalam
astaghfirullah……………
lai sabananyo tu da???
ndeh mandeh,,
apo yang ka dilakuan tu da…
darima dapek teori tu da???
tanggal tu awak ado buko basamo da…
tu batal lo buko awak tu??
hiks hiks hiks…
Jangan salah kaprah dan mengikuti Isu2 yang salah.. bukan lah informasi dari CNN itu terbit tanggal 18 September 2007. Orang kita ini kan suka dengan desas desus. Desas desus yang diyakini menjadi sumber terpercaya. padahal orang yg baca pertama kali itu Guobblok.. bacanya sepotong-potong wae. Tgl 18 sept 2007 dibilang utk 2008.
Org kita itu sebenarnya udah kenyang memakan issue mentah mentah trus realitanya… Nonsens!.. Mestinya kita udah semakin bijak utk menerima “berita” beriti itu. Makanya Nenek-nenek, Ibu-ibu, Uni-Uni.. (bapak2 biasanya bukan orang yang Penggaca) supaya tuk tidak ber “panik-panik”an.
Kalo emang nanti Gempa itu terjadi.. ya biarlah terjadi. Itu kan kuasa Tuhan.. Syukur2 kita masih selamat… Kalo nggak berarti udah sampe disitu garisan tangannya. Kalo selamat abis gempa itu.. yo wesss.. kabur aja dulu ketempat yg lebih tinggi. Gedung2 juga banyak yg bertingkat.. trobos aja dalam kondisi kepepet. Ngapain ditunggu tsunami dateng…
Jadi segala sesuatunya kita adalah berupaya. Yg jelas gempa itu TIDAK ADA YG BIS AMERAMAL KAPAN DATANGNYA.
Sekian
Terimakasih.
Utk Penyegar Ingatan dari “Viktor”
http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=45807
http://www.cnn.com/2007/WORLD/asiapcf/09/17/indonesia.quake/index.html
memang bgitu mas,…isu itu kembali diangkat saat kita berpuasa dan saya jadi ingat bukankah itu isu tahun lalu dan saya mencoba menerangkan bantahan kalau gempa tidak bisa diprediksi kapan dan dimana terjadinya,..thanks utk penyegarannya
Diblog yg lain saya liat orang main gampang aja comot berita. Nyebelin karena disitu ketahuan boongnya. Tidak seperti blog just uul ini… tak ada comotan karena udah bertebaran diluar sana. Yg ada hanya sekilas ttg issue ini dengan penjelasan yg maksimal dari seorang just uul. pertahankan terus cara melemparkan narasi dan argument nya, oke. Tapi biar orang2 pada mendapat informasi yg berimbang gak ada salahnya kita memberikan pendapat yg benar kalo itu salah. about gempa ini.. alangkah indahnya kalo kita juga memberikan posting counter nya. biar rakyat kita gak menderita dimakan issue. Penyakit stress itu lebih mahal dari apaun karena objek yg gak keliatan. Jangan bikin masyarakat yg rawan gempa semakin stress.
Saya coba mengcounter copy artikel mereka (smoga diapprove, krn nglawan berita mereka). lets check.. what happen:
http://endragu.wordpress.com/2008/09/14/gempa-dashyat-17-september-2008-di-indonesia/#comment-42
http://alumni-xaverius.zai.web.id/?p=305#comment-902
http://inyonge.co.cc/?p=412#comment-102
kalo bisa bantu clarifikasi di blog2 lain bagi yg tersentuh hatinya agar masyarakat kita tidak cemasssss.
thx..
agiahhhh taruihhh..
Laporan selesai
Kembali ketempat
Selamat Malam.
Just uul… pie kabare…
ternyata dari 3 counter berita gempa yg saya masukin…
2 udah di approve.
di Blog XAVERIUS masih tdk ada yg respon teman2 disana.
di Blog ENDRAGU justru telah terjadi bargaining power. syukur deh telah ada prokon nya
Tapi di Blog ke3 yg punya INYONGE.. justru arsip berita gempa berikut dengan komentar saya udah Raib entah kmana. Hahaha.. kali gak mau terjadi Polemik. Sebenarnya gak usah di iraib in begitu.. Reply komen temen2 apakah itu jelek, baik nanti kan bisa dinalar sendiri utk kepentingan bersama. Kalo di raib in begitu yahh.. sama aja gak mau sharing yg sedikit menyerempet. Mungkin kalo saya gak koreksi atas posting artikel Gempa itu mungkin akan selamanya bikin stress orang tanpa tau bagaimana itu didapat. Coba dibiarkan ada.. nanti kan ada temen2 yg prokon melalui comment nya.. itu artinya akan lebih baik. dari pada tiba2 lenyap ditelan bumi artikelnya. Tapi ya sudahlah.. ada baiknya tulisan itu gak ada. tapi kalo pun ada juga baik asal punya respon comment nya…
Sebenarnya sumber berita itu darimana yah.. Coba tanya ke Drs. Ir. Anton A. Nangoy, MBA. dia seorang Dir. PT Hasmuda Internusa Perdana -Bendahara Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Kosgoro .
Alamat 1 Perusahaanya Jl Malabar 79 Jakarta. t: 021-835-2327. Alamat 2. Jl Wijaya IX 19 JAKARTA 12160 telp, 021-7207280. (coba aja search google dgn keyword Drs. Ir. Anton A. Nangoy, MBA..ketemunya pasti rame )
Kalo masih gak puas coba call minta clarifikasi.. kalo mau.
Kalo bener dia yg bikin.. sableng banget direktur itu kayak gak ada kerjaan aja.. hehehe Maaf ya Pak Anton. Bapak Direktur saya masih Direktur Utama.
Ah dimata Tuhan kita2 ini sama aja. Siapa tau Gempa 9 SR itu bukan di SUmbar.. tapi di Jakarta. Mau coba Panik??? Coba rasakan dulu yang 7,9 SR gmana “nikmatnya”. Saya yakin kalo ada issue setelah itu, orang2 Jakarta PASTI dan PASTIIIIII….. pada kabur ngacir terbirit-birit ke Daerah-daerah.
Ingatlah dan Ingat seklai lagi, Topography SUmatera dan Jawa itu sama sama rentan… Gempa dahsyat bisa aja akibat dari Gunung. Tombol gunung di SUmatera ada di Gn. Toba, Gn Talang, Gn. Merapi. Di jawa ada Gn. Krakatau, Merapi (Teraktif di Indonesia, 1930 gempa 8 SR), Gn Salak, Gn. Kelud, Gn Kawah Ijen dll. Jadi jelas kita sama sama ada didaerah Plat tektonik.
Emang enak bikin issue.. Jadi jangan ngissue deh!!!
Sekian.
Laporan Selesei
buat mas2 yang ada diatas..
memang benar, berita yang ada di
http://endragu.wordpress.com/2008/09/14/gempa-dashyat-17-september-2008-di-indonesia/
adalah hasil copy paste dari forum bebas
http://www.forumbebas.com/showthread.php?tid=41159
namun, saya setuju dengan salah satu user di forum kompas, dia mengatakan bahwa :
“Berita itu benar atau hanya sekedar isu seharusnya kita ambil positifnya saja..minimal kalau kita anggap bahwa berita itu benar setidak2nya penduduk dan pemerintah setempat sudah bisa mengantisipasi dan mempersiapkan hal2 terburuk jika kejadian itu benar2 terjadi,dibanding dengan menganggap berita itu angin lalu maka persiapanpun akan sangat minim…
tanggapilah informasi itu secara proporsional dan jangan berlebihan sehingga tidak menimbulkan kepanikan yg luar biasa pada penduduk setempat…”
apabila misalkan setelah tanggal 17 september 2008 tidak terjadi gempa ( yang saya harapkan juga tidak terjadi) maka, berita itu tidak akan saya hapus, dan sesuai usul dari mas Ferry FM
saya akan mengubah judul dan isi dari topik itu, supaya ada pelajaran bagi kita semua.
thx atas masukan dan kritikannya
malam juga mas ferry,…dan mas endragu,..besok udah tanggal 17 september 2008, dan tidak tau apakan akan terjadi gempa besar seperti yang di ramalkan terutama di kota Padang, mengamati daerah yang katanya akan terkena gempa saya justru tidak melihat adanya aktifitas yang signifikan dari yang katanya pemburu gempa tersebut yang akan ikut menanti gempa tersebut,..jujur saya berharap tidak terjadi karena rumah saya hanya 400m dari bibir pantai,..ya wait n see aja ampe tgl 18 ya…
Wassalam
Selamat Sahur Bmpsatu, my friend Endragu, n Nindya
Today tgl 17 September 2008
Hari ini saya cuti 1 hari.. Saya ingin menikmati tidur seharian (One day Sleep). Meskipun nilai puasa saya minus. Tak Apalah…! Yang jelas…
I believe with my God,
not with Eartquake Hunter.
Sahurrrr.. Sahurrr…….
sssSssSSsszzzzzzzZZZzzZzz………!!!
Boleh minta penjelasan tetang gempa sumbar yang terjadi sekarang????
mas aris,…penjelasan untuk hal itu secara ilmu pengetahuan sudah ada,.cuma waktu dan prediksi serta kekuatan gempa dan tempat episentrum gempanya sanget berbeda dengan yang diramalkan.
kita tau bahwa Sumatra sangat rawan gempa,..cuma faktanya tidak ada yang bisa memastikan kapan dan dimana serta berapa kekuatan Gempa itu akan terjadi.
Wassalam
Mas, gempa nya udah terjadi,… ternyata kalian semua yg telah menyebarkan informasi yang sesat, selalu skeptis terhadap segala masukan, terpaku hanya terhadap tanggal, sehingga ketika tanggal nya lewat kita anggap itu semua hanya kebohongan dan issue belaka, para geolog itu juga kan cuma manusia, mereka memperhitungkan sesuai dengan apa yg mereka pelajari, tentu saja dengan perhitungan matang yg telah mereka pelajari secara akademik, mestinya kita tetap waspada, gak usah berfikir terlalu negatif thdp para Ahli gempa tsb, di anggap mau mengganggu puasa segala lah,.. tuh barusan gempa nya terjadi setelah kita semua merayakan idulfitri..seandainya peringatan dari CNN itu tetap kita antisipasi dan di teruskan ke saudara-saudara kita di SumBar, mgkn mereka bisa lbh siap menghadapi ini semua.. wassalam…
mas Andre,..kebetulan saat itu saya berada 100 meter dari bibir pantai di rumah saya,..secara teori semua yang di prediksi CNN salah total baik berupa tanggal dan kekuatan serta pusat gempanya,..
Gempa yang terjadi 7,9 SR dengan kekuatan 30 kali lebih kuat dari gempa jogja ternyata tidak menimbulkan tsunami,..so gak ada kan yang bisa memastikan hal tersebut.
oh ya untungnya gempa yg kemarin tdk sebesar yg di perkirakan oleh para ahli gempa tsb, cuma 7.6 SR.. tapi itu dah cukup untuk buat korban berjatuhan dimana-mana.. jd skrg mungkin kita bs lebih bijak dalam arti sebenarnya ketika menerima berita apapun, tidak lantas langsung di telan bulat-bulat, tapi juga tidak langsung dibuang jauh-jauh..
thanks buat sarannya…